Pantai Jatimalang terletak di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Pantai ini termasuk dalam jajaran Pantai Selatan Jawa yang berjarak kurang lebih 17 km dari Purworejo. Salah satu daya tarik terbesar Pantai Jatimalang adalah pemandangan matahari terbenamnya, Anda bisa menyaksikan matahari terbenam dengan dikelilingi langit yang berwarna campuran jingga, ungu, dan biru gelap. Selain bermain air, pantai ini juga menyediakan berbagai macam fasiltas seperti ATV, toilet, gazebo, tempat makan, hingga kolam renang air tawar. Untuk masuk ke Pantai Jatimalang dikenakan biaya Rp. 3.000 per orang.
Lokasi Pantai Jatimalang
Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo
Cara Menuju Pantai Jatimalang
Untuk mengakses Pantai Jatimalang dari Stasiun Kutoarjo, Anda disarankan untuk menyewa angkutan umum atau kendaraan pribadi. Dari stasiun, lanjutkan perjalanan Anda menuju ke arah selatan dari pusat kota Purworejo tepatnya ke Desa Jatimalang. Sementara angkutan umum yang melewati pantai ini hanya tersedia dari kawasan Purworejo saja. Anda bisa naik angkutan umum bertrayek Purworejo - Nampurejo dari Terminal Purworejo, namun sebelum naik Anda sebaiknya bertanya dulu karena tidak semua angkutan umum trayek tersebut sampai di Pantai Jatimalang.
Gua Seplawan terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, kurang lebih sekitar 20 km ke timur dari Purworejo. Ada berbagai macam keunikan dalam gua ini, karya-karya ciptaan alam seperti stalaktit, stalakmit, flowstone, helekit, soda straw, hingga ornamen dinding yang membentuk kerangka ikan dapat disaksikan dalam gua. Gua Seplawan memiliki panjang sekitar 700 meter dengan cabang-cabangnya sekitar 150-300 meter dan berdiameter 15 meter. Gua ini mulai terkenal setelah ditemukannya arca emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati seberat 1,5 kg pada tahun 1979 yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Lokasi Gua Seplawan
Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Cara Menuju Gua Seplawan
Gua Seplawan terletak di daerah yang cukup terpencil. Jika Anda berminat mengunjunginya, sewalah angkutan umum dari Stasiun Kutoarjo untuk menghemat durasi perjalanan Anda. Masuk ke arah Purworejo, kemudian lanjut ke arah Kecamatan Kaligesing melalui Cangkrep - Brenggong - Plipir - Kaliharjo - Kaligono - Donorejo.
Masjid Agung Purworejo atau yang kini dikenal sebagai Masjid Darul Muttaqien merupakan salah satu destinasi wisata religi populer di Purworejo. Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur Jawa berbentuk Tanjung Lawakan lambang teplok yang mirip Masjid Agung Keraton Solo dengan kayu jati sebagai bahan utama bangunannya. Masjid Agung Purworejo terkenal dengan bedug raksasanya yang diklaim sebagai bedug terbesar di dunia. Bedug yang diberi nama Kyai Bagelen atau Bagelen ini dibuat pada tahun 1834 dengan bahan kayu jati yang berusia ratusan tahun. Hingga kini bedug tersebut masih dirawat dengan baik di Masjid yang letaknya tidak jauh dari alun-alun Purworejo ini.
Lokasi Masjid Agung Purworejo
Jalan Mayjend Sutoyo, Kelurahan Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo
Cara Menuju Masjid Agung Purworejo
Masjid Agung Purworejo dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum dari Stasiun Kutoarjo. Untuk menuju ke Masjid Agung, Anda bisa menggunakan KOPADA jalur A dengan trayek KTA-PWR dari depan Stasiun Kutoarjo yang menuju ke arah Purworejo, kemudian berhenti di alun-alun kota Purworejo dan berjalan kaki sebentar sampai ke Masjid AGung Purworejo.